Latest Entries »

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be, oh yeah

Dear God the only thing yo yeah
I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade…

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

Check the video Avenged Sevendfold – Dear God

Ya Tuhan

Sebuah jalanan sepi, yang melintasi pinggirian kota lain yang dingin
Jauh dari sesuatu yang kucinta, tujuan yang sulit kudapatkan
Sekilas aku mengenang kata-kata yang telah kau ucapkan kepadaku
Tetapi itu tidak bisa menolongku, tapi hanya bisa berharap, kalau saat itu aku ada disana
Kembali ke tempat dimana yang seharusnya kucintai, oh yeah..

Ya tuhan, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya Kami semua membutuhkan,seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian, dan aku lelah
Sekarang ku merindukanMu lagi
Sekali lagi..

Tak ada sesuatu apapun disini, untukku di jalan yang tandus ini
Tak ada seseorangpun disini ketika kota terlelap dan semua toko telah tutup
Meski tak dapat menolongku, tetapi ku tetap berpikir, mengenang saat-saat kita bersama
Foto-foto dan beberapa kenangan akan membuatku merasa tegar, oh yeah..

Ya tuhan, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya
Kami semua membutuhkan, seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian, dan aku lelah
Sekarang ku merindukanMu lagi
Sekali lagi..

Berkali-kali kucari, tak pernah menemukan jalan
Tak lama kemudian, semuanya sia-sia
Aku menemukanmu, sesuatu berkata kepadaku untuk bertahan.
Aku menyerah, cara yang egois
Dan betapa aku merindukan seseorang untuk kupeluk
Saat harapan mulai memudar

Sebuah jalanan sepi, yang melintasi pinggirian kota lain yang dingin
Jauh dari sesuatu yang kucinta, tujuan yang sulit kudapatkan

Ya tuhan, hanya satu hal yang ku minta dariMu, yaitu untuk menjaga dirinya saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya
Kami semua membutuhkan, seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya, saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian, dan aku lelah
Aku merindukannya lagi
Sekali lagi..

Sedikit terinspirasi dari cerita seorang kawan tadi malam, membuatku ingin sedikit berbagi di kolom ini. Dilihat dari judulnya, ketiga hal tersebut saling berkaitan.
Berawal dari suasana santai sambil kupetik gitar di kamar, lalu seorang kawan masuk dan tiduran gitu aja di kasur. (ini kamar gue, tapi ko lo yg datang tiba2 ngacak2 kasur..haduh2….)
Lama2 dia curhat kalo dia pengen punya pacar.
“I need someone..i need a girlfriend..”, ujarnya.
dan saya cuma bisa ketawa sambil bercanda.
“hahaha…santai aja bos, gak usah terburu2..”, jawabku.
“abisnya udah bosen sendirian, baru pacaran satu kali dan itupun udah putus lama…”, dia bercerita.
akupun bertanya sambil bercanda,
“tenang aja bos, emangnya sekarang2 udah ngerasa ada yg nyaman belom??kalo belom ada mah ya susah..”
“iya sih, emang belom ada yang nyaman sekarang2..”, jawabnya.
Dan dengan santai saya tanggapi, “ya udah..woles aja kalii..trus dulu kenapa bisa putus??ada orang ketiga, keempat, kelima??atau emang masalah berdua??” (sambil bercanda)

lalu tiba2 suasan berubah, hening, matanya berkaca2 saat dia jawab, “bukan gara2 itu semua..tapi, She died.”

(JLEB..jadi gak enak ama dia, tadi nanya ky gtu..)
“Died??sorry dech..mungkin bukan ‘died’ tapi ‘passed away’ ya..”
Dalam hati gak enak banget ngomongin ini, tapi udah terlanjur dan semuanya harus diberesin.
Lalu hening seketika sambil kupetik melodi gitar, entah lagu apa yang kusenandungkan dan kuucap lirik tentang orang yang ditinggal mati kekasihnya..
Lambat laun kulirik dia, sambil rebahan dia mengusap air mata. Ya, aku mengerti apa yang dia rasakan..ia terkenang kembali masa2 indah saat dulu bersama kekasihnya yang telah tiada.

Cerita semalam itu menjadi sebuah inspirasi bagiku. Kadang kita sebagai manusia terlalu sepele dan bahkan seenaknya ama orang lain. Kadang tanpa sadar kita menyakiti orang terdekat kita. Dalam hubungan kekasih pun, gak nutup kemungkinan sering terjadi pertikaian gara-gara hal kecil, hal sepele, egois ama diri sendiri yang malah memperpanjang masalah. Namun kalo Tuhan sudah berkehendak lain, kita gak bisa menolaknya.
Jangan sia-siakan apa yang ada di sekitar kita. Kau takkan pernah tau apa yang kau miliki, hingga nanti kau kehilangan..

tetap semangat kawan..
Tuhan ngasih apa yang terbaik buat kamu, bukan apa yang kamu inginkan..
Seandainya ‘dia yang telah tiada’ ngirim pesan buat lo, tersirat lewat lagu Dear God, Avenged Sevenfold.

Reblogged from sinarilahdunia:

  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska (lihat lokasi peta satelit).

Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena.

Read more… 10,699 more words, 14 more videos

#kisah ini terinspirasi dari cerita seorang gadis muda yang setelah sekian lama ia berhenti menulis, mengungkapkan semua keluh kesahnya dalam sebuah catatan harian, Diary..

——-
Met malam Diary usangku, udah lama aku nggak coretin kamu yah..banyak banget yang aku pengen coretin di lembaran putihmu yang mulai kelabu. Tadi siang aku sama temen-temen kampusku kongkow sambil makan siang, biasalah kita sambil ngomongin cowok. Kamu masih inget Afri kan? itu tuh cowok yang dulu sempet ngedeketin gitu, tapi setelah tiga bulan lalu kita udah jadian. Sebenernya aku malu banget punya pacar kayak dia. Dia tuh nggak kayak cowok-cowok temenku yang lain. Kadang sebel banget deh sama Afri, bayangin aja deh..nih aku ceritain semua minusnya Afri:
• Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen aku yang lain punya handphone.
• Minus 10 karena dia nggak bisa nyetir mobil, padahal cowok-cowok temen aku yang lain bisa bawa mobil sendiri!
• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen aku yang lain itu rambutnya gaya banget, ngikutin hairstyle yang lagi marak dech.
• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem, padahal aku suka banget main ke sana walau cuma seminggu sekali, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.
• Minus 10 buat dia lagi, karena dia nggak punya satu pun jaket yang gaul atau bermerk bagus gitu, padahal cowok-cowok temen aku yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake jaket murahan yang merek sponsor tim sepakbola, itu pun produk abal-abal bukan original.
• Minus 10 banget karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang di kampus! Gila deh punya cowok kayak gitu, malu-maluin banget nggak sih!

Sumpah yah, aku malu banget sama dia, kayaknya pengen putus aja deh.
—————————————————————————————————————–
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
—————————————————————————————————————–
Dear Diary usangku,
Beberapa hari yang lalu harusnya menjadi hari yang indah karena hari ini bertepatan dengan anniversary 4 bulan antara aku ama Afri sekaligus hari ulang tahunku, tapi semua terjadi diluar dugaan….
Siang itu Afri dateng ke kelas mau kasih kado, tapi aku cuma bisa diem aja gak mau ngomong ama dia. Seharian itu, aku ngehindarin dia jauh-jauh..ampe kayaknya dia bingung banget ngeliat tingkahku.
Bahkan waktu aku nyampe rumah dia nelepon, tapi aku males buat ngomong sama dia, akhirnya aku suruh adikku bilang ke Afri kalo aku belum pulang. Hari itu nelpon ke telepon rumah ampe 6 kali, tapi aku tetep ngehindar..males.
Kira-kira tiga hari deh terus-terusan ngehindar kayak gitu. Bahkan waktu di kampus pun aku coba ngehindarin dia pake cara ke toilet lah atau ngumpet-ngumpet lah dimana aja..kayaknya aku udah bener-bener illfeel, males dan malu pacaran sama dia!

Hingga tiba waktu itu hari Jumat, seperti biasa aku masih selalu ngehindarin dia di kampus atau dimanapun itu.
Lalu sepulang kuliah aku duduk di kantin sama temen-temenku.
Dan mereka pada nanya, “kok elo ngehindarin cowok lo terus?”
Dan aku cuma diem aja, nggak mau ngebahas itu semua.
Tapi setelah didesak, dibujuk, akhirnya aku ngaku juga.
“Gue kesel banget ama tuh cowok, udah nggak ada modal, gak gaul, trus setelah gue pikir-pikir wajahnya juga biasa aja. Gue jadi mikir-mikir, kok gue dulu mau yah jadi sama dia? apa emang dipelet kali yah gue!!”, jawabku sambil tertawa kecil nyeleneh.
Tapi suasana berubah seketika, tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah belakangku. Jujur aku bingung saat itu dan segera nengok ke arah belakang..Ya Tuhan, ternyata ada Afri di belakangku dan kayaknya dia denger semua yang aku ucapin barusan.
Aku cuma bisa diem ngeliat Afri sebentar. Dan dia pun diem gak ngomong sepatah kata pun, sambil mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan melangkah pergi dari situ.
Aku diem aja campur bingung berkecamuk dalam hati, ada beberapa yang ngomong,
“Hayo lho, dia denger tuh yang lo ucapin tadi!!”
Tapi ada juga yang ngomong,
“Udahlah santai aja, baguslah kalo dia denger, nggak ada untungnya tetep sama dia ntar elo juga bisa dapet yang lebih keren.”
Bener juga sih, ya udah aku cuek aja saat itu, syukur deh kalau dia denger. Dia minta putus juga ayo, mau banget malah.

Seminggu pun berlalu, dan sejak saat itu Afri udah nggak berusaha nyamperin di kampus atau nelepon lagi. Tiap ketemu di kampus pun dia cuma diem gitu aja.
Dua minggu berlalu sejak hari itu, aku mulai ngerasa ada sesuatu yang beda, nggak tau kenapa aku mulai ngerasa kehilangan sesuatu, bahkan terkadang aku suka bingung sendiri. Aku nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapa-ngapain. Semua orang pun jadi bingung kenapa aku berubah kayak gini. Aku sendiri juga nggak tau kenapa.
—————————————————————————————————————–
Diary usangku,
Malem minggu nih, Hujan turun deras banget, aku cuma diem dan ngerenung di dalam kamar sambil nonton channel tv luar negeri. Tiba-tiba di channel music tersebut ada lagunya Janet Jackson yang judulnya Doesn’t Really Matter!
awalnya aku biasa aja dengernya, tapi setelah lebih kuperhatikan liriknya, seperti ini..
“Doesn’t really matter what the eyes is seeing, cause im in love with the Inner being.”
Saat itu tiba-tiba aku sedih, aku pengen nangis, aku baru sadar betapa baiknya Afri…
Aku nangis sedih banget, air mata tak mampu kubendung..semua mengalir basahi pipi hingga ke bantal. Karena aku baru sadar betapa begonya diri ini…
• Minus 10 karena Evan nggak punya handphone, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh dari rumahnya ke wartel buat nelepon aku nanyain kabar sambil ngucapin selamat tidur tiap malem…
• Minus 10 karena dia nggak bisa nyetir mobil, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda motor jauh dari Cileunyi ke Dago cuma pengen ketemu, khusus ngapelin aku meskipun kadang sambil hujan-hujanan…
• Minus 10 karena dia rambutnya cuma cepak biasa dan nggak suka diubah-ubah ngikutin style rambut jaman sekarang, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambutku bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah model dia selalu bilang kalo aku tuh cantik banget…
• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem, tapi plus 100 karena dia rela nemenin aku ke tempat-tempat kayak gitu..meskipun dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin aku… dengan naik angkot ke rumahnya…
• Minus 10 karena Afri nggak punya jacket gaul bermerk dan hanya punya jacket olahraga biasa, tapi plus 100 karena kalau kita berdua lagi kehujanan dia selalu minjemin jaketnya buat aku meski dia sendiri kedinginan plus basah…
• Minus 10 karena dia bawa makan siang sendiri, tapi plus 100 karena ternyata ia simpan uang jajan untuk makan siangnya buat beli kado anniversary plus kado ultah buat aku..

Dari 60 minus yang Afri punya, dia punya 600 Plus di hati aku… dari 1000 kekurangan, dia punya semilyar kebaikan…
Ya Tuhan, betapa begonya aku…
Aku yang beruntung sebenernya punya cowok kayak Afri, dan malah aku sendiri juga yang nyakitin dia padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin aku. Sambil nulis ini, aku nangis lama banget.
—————————————————————————————————————–
Diary usangku,
Pagi ini aku ketemu sama Afri di selasar kelas kampusku. Aku kejar dia dan bilang kalo ada yang pengen aku omongin ama dia sepulang kuliah, tapi Afri cuma diem aja. Sepulang sekolah dia nyamperin ke tempat yang telah kujanjikan di sampilng kantin kampus. Lalu aku kasih dia kartu buatanku dan kado sederhana dariku, aku cium pipi dia dan minta maaf karena aku udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus melangkah pulang…Aku cuma bisa diem karena aku pun sadar, Aku yang bertingkah, aku juga yang kehilangan…
Sakit banget rasanya, aku pulang sedih campur nangis tapi aku juga sadar akan itu semua…

Menjelang maghrib tiba tiba pintu kamarku diketuk adikku, katanya ada telepon. Ternyata itu Afri yang nelepon, dia udah maafin aku, dia udah lupain semuanya…hati ini seneng banget deh..
Nanti malem Afri mau kesini, dan aku mau dandan secantik-cantiknya buat Afri, jadi udahan dulu yah coretin kamunya…
Makasih banget udah denger curhat-nya aku, udah mau dicoret-coretin, Aku belajar satu hal:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diary usangku…

NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan…

Doesnt’ Really Matter what The eyes is seeing cause im in love with the Inner being.
for me that’s nice story.

2009.10.9

“penampilan dari luar memang kelihatan, tapi jangan pernah lengah untuk melihat makna kebaikan dibalik setiap penglihatan…” – @mank_ovic

Akhir pekan kemarin, kami berkunjung ke kota budaya di Yogyakarta sana. Lalu mampir ke sebuah objek wisata sejarah di sekitaran belakang Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Namun yang membuat saya kagum bukan hanya Taman Sari. Sekilas dari jauh nampak sebuah bekas bangunan yang tinggi cukup terlihat saat kita berjalan menuju komplek Taman Sari, tepatnya berada di daerah Ngasem, Jogja.

Dari kawasan tersebut nampak seperti bekas runtuhan bangunan lama, atau mungkin bangunan bekas kebakaran. Menurut cerita kawanku sekaligus orang Jogja asli, bangunan tersebut adalah Pulo Cemeti. Ya, sebuah nama yang asing bagiku, tapi cukup memukau. Tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat raja dan tamu negara beristirahat. Ornamen burung dan bunga menghiasi gerbang/gapura yang menghubungkan bangunan ini dengan Taman Sari. Bangunan ini dibangun oleh Sri Sultan HB I setelah perjanjian Giyanti , berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk mengintai musuh. Hal ini dimungkinkan karena serangan musuh bisa datang kapan saja. Dari atas gedung kita bisa melihat sebagian hamparan kota Jogja begitu sangat jelas. Material bangunan ini juga sama dengan bangunan lain disekitar Keraton yaitu dengan campuran batu bata merah, tanah dan pasir untuk membuat dinding bangunan ini. Tembok ini juga sangat tebal, hal ini difungsikan sebagai penahan konstruksi bangunan juga untuk menahan serangan musuh. Gedung ini sangat unik karena memiliki arsitektur yang bagus, yaitu perpaduan antara arsitektur gaya Eropa dan Jawa. Tempat ini di bangun satu paket dengan pemandian Tamansari.

Dari Pulo Cemeti, kita bisa menyusuri lorong-lorong yang dulu berada di bawah kolam atau bawah tanah.

Konon lorong-lorong yang memberi kesan sebagai jalur rahasia ini mempunyai akses ke dalam Keraton, dan bahkan ada yang menyebut hingga ke Laut Selatan. Memang ada sebuah lorong yang kemudian ditutup dengan alasan yang tidak diketahui. Yang pasti ada sebuah ruangan yang mereka sebut sebagai masjid bawah tanah yang disebut Sumur Gumiling. Arsitektur di permukaan tampak terlihat bulat melingkar, namun setelah ditelusuri cukup dalam di bawah permukaan tanah.

Sumur Gumuling merupakan bangunan masjid yang memiliki banyak filosofi dari segi arsitekturnya. Pintu utama Sumur Gumuling hanya terdapat 1 buah, sehingga saat kita memasuki dan keluar dari bangunan tersebut harus melewati 1 pintu. Hal tersebut mengartikan bahwa manusia itu lahir dan mati akhirnya akan kembali ke tangan Tuhan. Sumur yang dimaksud itu sendiri ada di tengah-tengah bangunan.

Di atas sumur tersebut terdapat tangga-tangga untuk menuju ke lantai dua. Tangga-tangga tersebut ada 5, menunjukkan 5 macam Rukun Islam. Empat diantaranya menuju ke tengah membentuk suatu pelataran kecil dan satu tangga lainnya menghubungkan ke lantai 2. Maksudnya satu tangga ke atas menunjukan bilamana kita telah “mampu” maka kita bisa menuaikan Rukun Islam yang ke-5 yaitu Menuaikan Ibadah Haji. Pada bangunan lantai 2 terdapat 4 jendela yang mengartikan arah mata angin. Nama Sumur Gumuling itu berarti dari Sumur yang mana Makmum atau umatnya berada di sekelilingnya. Imam yang memimpin tidak perlu menggunakan pengeras suara karena konstruksi bangunan yang melingkar menyebabkan adanya gema yang menyebabkan suara menjadi lebih keras.

Taman Sari
Mungkin nama Taman Sari di Jogja lebih biasa dikenal, dan terdengar biasa di telinga kita. Ya, Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah sebuah situs bekas taman atau kebun istana (royal garden) Keraton Yogyakarta. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Namun kini hanya bangunan utama sebagai bekas pemandiannya saja yang masih utuh, bagian lainnya sudah digunakan warga setempat sebagai tempat tinggal.


@mank_ovic
2012.01.20

Dalam sekejap perlengkapan yang akan ia bawa untuk perjalanan kali ini telah siap, terbungkus rapi dalam tas ranselnya. Ya, seorang lelaki itu telah berdiri rapi dan segera melangkah riang dengan ransel di bahunya. Awan, itulah namanya.
Sosok Awan ini tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu kurus. Ia berperawakan biasa saja, dengan kacamata yang erat menempel, tak lupa jaket jeans ia kenakan selalu kemanapun.
Kali ini, Awan hendak pergi ke suatu tempat yang sangat asing baginya. Ia belum pernah kesana, akses jalan pun tak tahu kemana. Ia hanya memiliki sebuah nama desa, dan nama kecamatannya..bahkan alamat rumah yang dituju pun tak tercantum disitu. Semoga bukan alamat palsu, karena ia hendak menemui seseorang yang ia rindukan.
Alamat ini ia peroleh dari pesan singkat. Memang ia udah lama gak ketemu,tapi ia masih selalu kontak via sms, telepon, dll.
Dan sepeda motor pun ia kendarai dengan kecepatan yang sedang-sedang saja. Selain memang ia belum tahu jalan menuju kesana, ia pun harus berhati-hati diantara truk-truk besar yang berlalu lalang di hadapannya. Apalagi ini pertama kalinya ia melewati jalur ini dengan kendaraan roda dua. Ditambah relief jalan yang berkelok-kelok tajam diantara tebing curam yang rawan longsor, ia sangat berhati-hati. Bahkan ia sempat terlihat panik saat hampir menabrak bahu jalan saking tak terkendalinya motor yang ia kendarai.
Namun setelah jalan curam berliku tajam tadi, perjalanan belum berakhir. Fase kedua, ia dihadapkan dengan lalu lintas sebuah kota yang ia sendiri tak tau arah. Pokoknya dia terus melaju mengikuti perasaannya, demi menemui seorang yang dicintainya. Hingga pencerahan pun tiba saat ia menemukan beberapa angkutan umum yang memang menuju kesana. Ia pun mengikuti jalur yang dilalui mobil tersebut. Ia kembali dihadapkan dengan jalanan yang berliku, meskipun tak setajam yang sebelumnya. Ditambah dengan banyaknya jalan yang bolong-bolong,membuatnya harus lebih hati-hati.
Sepertinya masih jauh, dan gerimis pun mulai menghampirinya beberapa saat..tapi…
….Seiring gerimis yang mulai turun kian deras, tapi ia tetap melaju motornya semakin kencang. Ia tembus rinai hujan dengan tangkas. Hingga tak lama kemudian hujan pun reda, dilanjut dengan keadaan jalan yang menurun curam. Bahkan karena terlalu fokus dengan jalan, ia lupa akan dimana posisi dia sekarang. Dia melihat ke sekeliling sambil menghela nafas sejenak, ternyata ia telah tiba di desa yang ia tuju. Desa yang cukup jauh dari kota, namun cukup ramai dengan kemajuan. Banyak toko-toko serba ada, sekolah cukup megah, cuma belum tahu interaksi warga seperti apa.
Setibanya di desa ini, Awan mencoba menghubungi seseorang yang dicarinya. Tapi sayang sekali, ia kembali mendapat hambatan. Tiba-tiba sinyal di ponselnya hilang, emergency. Dengan setengah panik ia mencoba berpikir, ia segera berbalik arah menuju tempat yang lebih tinggi..setelah tadi melewati turunan yang sangat curam.
Akhirnya ia bertanya sama pedagang kaki lima, lalu ditunjukkannya sebuah jalan yang berbelok ke arah kiri. Baiklah, ia segera mengikuti petunjuknya seraya tak lupa berterima kasih.
Setelah masuk ke jalan tersebut, seorang Awan kembali dihadapkan dengan kebingungan. Tak ada tanda-tanda, ia pun berbalik arah kembali ke jalan utama. Lalu bertanya kembali kepada seorang ibu yang sedang duduk di depan warung, dan ternyata ibu tersebut tau alamat yang kumaksud. Segera melaju sepeda motornya.
Hingga akhirnya tiba di sebuah halaman yang cukup luas. Diparkir sepeda motornya, lalu mengucap salam kepada penghuni rumah dan menanyakan keberadaan orang yang ia cari. Tapi sayang sekali, sosok Dia yang dicari sedang keluar rumah. Alhasil lelaki itu menunggu di beranda rumah itu, seraya mengistirahatkan tubuhnya, melepas lelah.
Tak lama berselang, Dia yang dicari pun pulang. Dari jauh ia udah melengkungkan senyumnya pada lelaki itu…Subhanallah, Awan hanya diam terpaku, lalu membalas senyum manisnya itu. Memandang senyumnya membuat ia bahagia, seolah penat dan lelah setelah berkendara selama 30 km kini hilang seketika..

-tamat-

@mank_ovic
2012.01.17

“so why this happened to me…”
Bintang…slalu terpikir olehku kalau dirimu akan meninggalkanku…
kuakui dan kaupun tahu kalau aku tak mau disini sendiri tanpamu…
kusadari pula kalau memang kaupun enggan meninggalkanku…
tapi apa yang terjadi denganku, bintang..???
aku selalu merasakan itu…
aku khawatir apa yang sempat terjadi denganku akan terulang lagi denganmu….aku tak mau ditinggalkan kembali dalam hidup hampaku…
kurasakan perbedaan darimu, tapi ku tak tahu apakah aku yang memang berbeda….

Langkah hidupku yang tak tentu menyisakan tangisan merdu mengusik hati ini. Diriku bukanlah dirimu, bukan pula dirinya. Tiap laku gerak-gerikku tak kuasa aku hapuskan dalam waktu yang telah berlalu. Mungkin langkahku ini telah membuka tabir hitam dalam hatimu, tapi bantulah aku….
Persimpangan yang kita lalui tentunya harus membuat kita lebih dewasa. hidup ini merupakan proses menuju akhir yang akan kita tempuh. Aku tak bisa mengelak bahwa kau telah mengubah hidupku dan kuharap kita bisa berjalan bersma menuju ke arah yang lebih baik.
Kuakui kecewa kadang kubuat padamu, tapi maafkanlah aku.Kita hrus bisa menerima segala kekurangan ini dan saling melengkapinya…Jika memang kita dikehendaki, tentunya akan menjadi sebuah ikatan tulus terjaga rapi….Amiin…

Saat ini, hamparan ladang jagung tepat di hadapanku..masih hijau, tegak berdiri dan tak nampak jagung yang matang satupun..
Kulayangkan pandangku lebih jauh, nampak pohon kelapa berbaris rapi dengan posturnya yang tinggi, daun-daunnya pun melambai mengibas angin..
Angin menerpaku..
Berhembus dengan santainya menghampiriku..dingin..
Dingin yang kurasa seperti biasa, bedanya hanya kali ini hujan tak kunjung menyertai..
Semua nampak lebih terasa, karena saat ini memang ku duduk sendiri di atas atap sebuah rumah..
Sendiri..hanya ditemani sebuah catatan kecil yang masih belum terisi satu huruf pun. Entah apa yang harus ku tulis dalam lembaran yang masih polos itu.
Ingin ku tulis sebuah nama, ya sebuah nama tentang dirinya..tentang seseorang yang saat ini kutautkan hatiku padanya. Hati yang tak bisa kupungkiri, mencinta pada dirinya.
Tapi lembaran buku catatanku pun masih kosong, belum mampu kutulis nama itu disana meski telah kulukis indah dirinya dalam hatiku..
Tak kuasa ku terhindar dari pikiran yang selalu tertuju padanya, merindu dirinya..nun jauh disana..
Namun masih terbesit tanya, ku tak tahu apakah dia merasakan hal yang sama seperti yang kurasa akan dirinya..

Dan langit mulai memijar, mentari mulai menampakkan dirinya di atas kepala..dedaunan pohon kelapa masih melambai dengan anggunnya…

- 11.40 AM, Smederevo, 2011.12.24

ya…inilah yang terjadi….
ketika semuanya hampir berakhir, ku tetap enggan menjadi sebuah akhir…
sejenak kuberdiri dalam lamunku, langkahku pun terhenti dalam sebuah persimpangan emosi. Galau melanda tak kuasa kuenyahkan dari pikiranku…keraguan memuncak merajai diri ini…apakah ini sebuah akhir yang memang harus kuterima dengan lapang????ataukah hanya persimpangn jalan yang menuntun kita menuju garis tujuan???

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 598 other followers